Rabu, 18 Maret 2015

KEBEBASAN BERPENDAPAT

Dilema yang sering muncul di Negara Demokrasi

Mengabaikan kebutuhan negara yang sebenarnya demokrasi menjadi PERISAI hanya untuk beberapa orang, fungsional pemerintahan sebenarnya tahu apa yang akan terjadi di Negara Demokrasi.

Ketidak dewasaan dalam berlembaga akan muncul mengatas namakan DEMOKRASI secara gamblang kita menjelaskan ke publik international kalo Negara kita masih butuh di JAJAH.

Tak terhitung lagi janji politik yang bergumam di sepenjuru antero Negara ini, dan prestasi yang muncul dari anak Negeri menjadi ulasan singkat di setiap media publikasi.

Memang kita telah sadar kalau Si Pengatur Negara (Belum jelas menurut saya) telah merumuskan banyak formula agar informasi yang kita miliki hanya berasal dari mereka, hasilnya sangat jelas sebuah tameng yang kokoh mereka sebut itu KESTABILAN NEGARA.

Boleh dikatakan saya lebih sepakat kalau Negara tidak butuh kebebasan berpendapat sebesar - besarnya. kita tidak butuh Demokrasi yang dipermainkan. Jika kebenaran menjadi sesuatu yang bias maka tidak ada kebenaran yang terjadi, yang ada hanya ALASAN untuk membenar - benarkan sesuatu.
 
Abu Said al-Khudri meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda : “ Sesiapa yang melihat kemungkaran hendaklah ia mencegahnya dengan tangan. Jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan. Jika tidak mampu juga maka cegahlah dengan hati di mana demikian itu (tanda) selemah-lemah iman” (HR Muslim)

Jumat, 03 Februari 2012

ENDAPAN EMAS PADA BATUAN METAMORF

ENDAPAN EMAS PADA SABUK METAMORFIK (OROGENESIS)

Assalamu alaikum Wr Wb
Sebelumnya saya ingin berterimakasih kepada teman2 yang udah baca blog ini atau mungkin udah rela nunggu tulisan selanjutnya (sorry agak kepedean), hari ini saya mau coba share tentang endapan emas pada batuan metamorf.
Beberapa hari yang lalu di Kampus kedatangan banyak Alumni yang ahli dibidang emas atau yang udah pernah eksplorasi tentang emas kita pun sedikit berdiskusi mengenai pembentukan emas hingga akhirnya berujung kepembahasan emas pada batuan Metamorf. Untuk pendahuluan mungkin kita harus tahu apa itu emas dan apa itu batuan metamorf, kemudian apa itu sabuk metamorfik

Sabuk metamorfik adalah daerah kompleks dimana terdapat akresi dan kolisi dan melibatkan kerak benua. Proses tektonik yang terjadimerupakan skala litosferik, keterlibatan temperatur dan tekanan, dikarenakan oleh proses magmatik pada busur depan dengan asosiasi prisma akresi dan cekungan ekstensional pada bagian busur belakang, deformasi dan metamorfosa umumnya berasosiasi dengan magmatisme granitoid plutonik, dan pengangkatan serta erosi yang diikuti pembentukan cekungan dimana material sedimen dapat terakumulasi.
Endapan emas dapat terbentuk pada berbagai tingkat dari evolusi orogenik, sehingga muncul sabuk metamorfik yang mengandung bermacam-macam tipe endapan yang dapat saling sejajar atau memotong. Groves et al. (2003) membedakan endapan emas yang terbentuk pada sabuk metamorfik selama proses orogen pada fase kompresi berdasar genesa dan bentuk geometri. Tipe-tipe endapan tersebut antara lain, endapan emas orogenik, endapan emas yang berasosiasi dengan intrusi, dan endapan emas yang berasosiasi dengan logam dasar (Gambar 3).
Gambar 3. Skema keterdapatan endapan emas orogenik, endapan emas anomalous metal association/typical metal association, dan endapan emas berasosiasi dengan intrusi, dan memperlihatkan korelasi kedalaman dan tatanan struktur serta litologi batuan pembawa (Groves, et al., 2003).

Endapan emas orogenik
Endapan emas orogenik merupakan endapan hasil dari bentuk terakhir pada siklus orogen dari air metamorfik yang berasal dari bagian tengah hingga bagian bawah kerak,
walaupun ada kumungkinan fluida juga berasal dari air magmatik yang dalam. Untuk endapan jenis ini, terkadang digunakan pula terminologi yang berkaitan dengan asosiasi bijih host sequence, seperti greenstone-hosted, greenstone belt, slate-belt style, turbidite hosted. Juga dipergunakan sebutan yang berkaitan denga bentuk bijih yang ditemukan, seperti lode gold, urat kuarsa-karbonat, atau disseminated deposit.
Batuan asal pada endapan emas orogenik ini mayoritas terkena metamorfosa regional membentuk sekishijau hingga fasies amfibolit bawah. Bijih pada endapan ini terbentuk secara sinkinematik, dengan setidaknya 1 tahap deformasi penetrasi pada batuan asal, yang tentunya menghasilkan kontrol struktur yang kuat meliputi sesar, shear zone, lipatan dan atau zone of competency contrast (Hudgons, 1989 dalam Grove et al., 2003).
Endapan ini memperlihatkan dimensi vertikal sekitar 1 km hingga 2 km, menunjukkan penzonaan logamyang halus dengan kenampakan yang khusus dan kuat. Pada endapan ini urat kuarsa±karbonat ada di mana-mana dan pada umumnya mengandung sedikit emas, walaupun pada kebanyakan sistem tersulfidasi, batuan samping dengan kandungan Fe/(Fe+Mg+Ca) yang tinggi berdampingan dengan urat-urat yang mengandung bijih (Bohlke, 1988 dalam Grove et al., 2003).
Kebanyakan dari endapan emas yang ditemukan pada jumlah yang besar adalah jenis endapan emas orogenik. Secara garis besar endapan ini terbagi menjadi 2, yaitu (1) endapan yang mengalami pengkayaan Cu±Mo (contohnya adalah pada McIntyr Timmins/Kanada dan Boddington/Australia) dan (2) endapan yang mengalami pengkayaan Cu-Zn±Pb±Ag dan/atau pirit yang melimpah (contohnya pada Bousquet/ Kanada; Mount Gibson/Australia, dan beberapa endapan yang ditemukan di Tanzania dan Kenya; Carolina slate belt/USA dan endapan VMS di Mount Read/Australia, yang keduanya memiliki unsur yang berasosiasi dengan endapan emas orogenik (contohnya: As, B, Bi, Sb, Te,W). Endapan emas orogenik ini sangat luas penyebarannya, sehingga dibagi-bagi lagi berdasarkan segmen kedalamannya (Gebre-Mariam et al., 1995). Secara garis besar terbagi menjadi 3 yaitu “epizonal” pada kedalaman < 6 km, “mesozonal” pada kedalaman 6 km – 12 km, dan “hipozonal” pada kedalaman >12 km (Gambar 4).


Gambar 4 Pembagian zona pada endapan emas orogenik dan dikorelasikan dengan derajat metamorfosa pada batuan pembawa (Gebre-Mariam et al., 1995).

Karakteristik mineralogi, geokimia dan fluida endapan emas orogenik
a. Kondisi geologi host terrane dan tatanan tektonik
     Berdasarkan Kondisi geologi tipe endapan ini bercirikan :
- Metamorfisme Regional
- Protolithnya 1. pada Archean berupa Green schist mengandung Au vulkanik plutonik pada back arc  berupa basal, 2. sedimen laut  klastik berupa greywake, argilit
- Endapan emas tipe ini terbentukakhir uruttan deformasi metamorfisme pada batas lempeng : akresi, translasi dan Kolisi. 

 
Gambar 5. Tatanan tektonik pembentukan berbagai endapan. Tatanan tektonik pembentukan endapan orogenik berada pada batas kontinen, zona akresi atau kolisi (Groves et al, 1998).
Perlu ditekankan bahwa endapan emas orogenik bukan merupakan endapan synvulkanik. Endapan ini terbentuk pada akhir siklus orogen, puluhan juta tahun setelah vulkanisme terjadi (Gebre-Mariam et al., 1995). Terdapat kontrol struktur yang kuat terhadap proses mineralisasi dengan skala yang bervariasi. Endapan biasanya ditemukan pada struktur orde kedua atau ketiga, dan sangat sering ditemukan berupa struktur akibat kompresi dengan skala yang sangat besar. Terdapat sangat banyak variasi tipe struktur yang ditemukan (Groves et al,. 1998), yaitu:
  1. Patahan brittle hingga ductile shear zone dengan sesar naik yang memiliki sudut yang kecil hingga sudut yang besar, strike-slip atau oblique-slip motion
  2. Fracture array, stockwork atau zona breksiasi pada batuan
  3. Zona foliasi (rekahan yang terbentuk akibat tekanan), atau
  4. Puncak lipatan pada sekuen turbidit yang bersifat ductile.
Struktur mineralisasi mengalami syn- atau post-mineralization displacement, namun endapan emas biasanya memiliki penyebaran yang luas, terus menunjam ke bawah (ratusan meter hingga kilometer). Berbagai aspek geologi mempengaruhi bentuk mineralisasi dari endapan seperti terlihat pada Gambar 6.


Gambar 6. Macam-macam bentuk mineralisasi pada lode gold Proterozoik (Partington dan Williams, 2000).
b. Fasies metamorfik batuan samping
Endapan emas pada batuan metamorf tentunya berkaitan dengan proses metamorfosa yang menghasilkan batuan metamorf. Stüwe (1998, dalam Groves et al., 2003) menyatakan bahwa endapan emas orogenik biasanya terkena proses metamorfosa regional membentuk batuan metamorf fasies sekishijau hingga fasies amfibolit-bawah. Sedangkan Gebre-Mariam et al. (1995) menyatakan bahwa endapan emas pada batuan metamorf ditemukan pada fasies prehnit-pumpelit, fasies sekishijau, fasies amfibolit, dan granulit bawah. Namun, mayoritas endapan emas ditemukan pada fasies sekishijau.
c. Mineralogi endapan
Endapan ini dicirikan dengan sistem urat dominan kuarsa dengan mineral sulfida ≤ 3-5% (umumnya sulfida Fe) dan mineral karbonat ≤ 5-15%. Mineral albit, mika putih atau fushsite, klorit, scheelite dan turmalin sangat sering menjadi pengotor pada urat yang ditemukan pada batuan pembawa fasies sekishijau. Sistemurat bisa menerus secara vertikal mencapai 1-2 km dengan sedikit perubahan mineralogi atau kadar emas. Zoning mineral ditemukan pada beberapa endapan. Perbandingan emas : perak bervariasi dari 10 (normal) hingga 1 (sangat sedikit), dengan bijih yang terdapat pada urat dan pada batuan samping yang tersulfidasi. Kadar emas relatif tinggi, tercatat mencapai 5–30 g/t. mineralogi sulfida biasanya menunjukkan litogeokimia batuan pembawa. Arsenopirit merupakan mineral sulfida yang paling sering ditemukan pada batuan asal metasedimen, sedangkan mineral pirit atau pirotit ditemukan pada batuan beku yang termetamorfkan. Urat yang mengandung sedikit emas memperlihatkan pengkayaan akan As, B, Bi, Hg, Sb, Te dan W yang bervariasi; konsentrasi Pb dan Zn pada umumnya hanya sedikit di atas keadaan regional awal (Groves et al., 1998).
d. Alterasi batuan samping
Endapan ini menunjukkan zonasi lateral yang kuat pada fase alterasi dari proksimal hingga distal yang mencapai skala meter hingga kilometer yang terjdi baik pada skala camp maupun skala endapan. Alterasi yang umum terjadi adalah kloritisasi dan karbonatisasi dapatmencapai lebar 1 kmdari endapan. Sedangkan untuk zona alterasi yang terbentuk pada fase awal zona sesar transcrustal dan dikontrol struktur skala besar, hanya terbatas atau terpusat dengan karakteristik alterasi karbonatisasi pada batuan pembawa. Kumpulan mineral yang sering ditemukan pada zona alterasi umumnya karbonat, seperti ankerit, dolomit atau kalsit, dan sulfida, seperti pirit, pirotit, atau arsenopirit. Kehadiran metasomatisme alkali menyebabkan proses serisitisasi atau ditemukan (sangat jarang) mineral fuchsite, biotit, atau K-feldspar dan albitisasi, dan mineral mafik yang mengalami kloritisasi tinggi. Amfibol atau diopsid ditemukan pada kerak yang lebih dalam dan mineral karbonat semakin sedikit keberadaannya. Sulfidasi sangat ekstrim pada BIF dan batuan pembawa batuan mafik yang kaya Fe. Berikut ini karakteristik alterasi yang umum dijumpai pada zona alterasi endapan orogenik:
Kloritisasi. Klorit dapat muncul sendiri atau hadir bersama-sama dengan kuarsa atau turmalin dalam bentuk kumpulan mineral. Namun, kehadiran mineral propilitik lain juga sering ditemukan, dan terkadang juga muncul anhidrit. Klorit hasil alterasi hidrotermal seringkali menunjukkan perubahan rasio Fe : Mg yang sebanding dengan jarak dari tubuh bijih. Perkembangan mineral klorit sekunder dapat dihasilkan dari alterasi mineral mafik yang ada pada batuan asal atau dari magnesium dan besi yang ada sebelumnya (Evans, 1993).
Karbonatisasi Alterasi tipe karbonatisasi akanmenghasilkanmineral dolomit yang terbentuk dari aktivitas hidrotermal. Dolomit hasil alterasi memiliki ukuran butir yang lebih kasar (Evans, 1993).
Serisitisasi. Tipe alterasi ini adalah tipe alterasi yang paling sering ditemukan pada batuan yang kaya aluminium, seperti batusabak, granit, dan lain sebagainya (Evans, 1993).
e. Fluida Bijih
Konsep sistem mineral hampir sama dengan konsep sistem minyak bumi, dimana terdapat sumber, migrasi, trap, kontrol struktur dan lapisan pelindung impermeabel (seal), namun konsep sistem mineral lebih kompleks. Faktor geologi mengontrol keterdapan endapan mineral dan serta adanya gaya yang mendorong (mobilisasi) komponen bijih dari sumber yang kemudian terangkut dan terakumulasi ke dalam bentuk konsentrat bijih. Berbagai macam faktor geologi antara lain, sumber energi (sumber panas dan gradien termal dari lingkungan geodinamik) mendorong sistem pada terrane maupun skala regional, sumber larutan mineralisasi, yang mengangkut ligands dan logam dan komponen bijih lainnya, karakteristik jalur migrasi sebagai jalan untuk mengalirkan larutan sehingga sampai pada trap, kontrol struktur dan lapisan penutup (seal) yang impermeabel yang terdapat pada trap atau jebakan, proses kimia dan/atau fisika yang bekerja pada jebakan (Hagemann dan Cassidy, 2000). Penelitian mengenai inklusi fluida pada endapan ini menghasilkan kesimpulan bahwa bijih emas berasal dari fluida dengan salinitas rendah, hampir netral, fluida H2O-CO2±CH4 mengangkut emas berupa sulfur yang tereduksi. Fluida berasosiasi dengan endapan emas inimemiliki konsentrasi CO2 yang tinggi yaitu≥5mol.%. Fluida hidrotermal pada greenstone belt Archaean memiliki isotop tipe 18O sekitar 5–8 permil, sedangkan pada lode gold Phanerozoik lebih tinggi sekitar 2 per mil (Groves et al., 1998). Penelitian juga menunjukkan bahwa fluida bercampur dengan fluida aquaeous-carbonic, yang jelas sangat berbeda dengan endapan emas lain pada umumnya (seperti epitermal, porfiri Cu-Au, VMS). Walaupun demikian beberapa endapan individual menunjukkan pengecualian. Fakta menunjukkan bahwa endapan sinmetamorfik ditemukan pada fasies amfibolit. Ridley et al. (2000, dalam Groves et al., 2003) menunjukkan bahwa fluida diperoleh dari puncak dari proses metamorfosa dan berasal dari sumbersumber yang dalam. Walaupun data mengenai isotop radiogenik dan stabil tersebar secara luas, namun kesimpulan yang pasti mengenai asal dari fluida ini belum dapat dipastikan. Ridley andDiamond (2000, dalam Groves et al., 2003)menyatakan bahwa terdapat beberapa unsur yangmendominasi fluida pada endapat emas orogenik ini, seperti unsurN, Br, Cl, C, dan H, yang memiliki karakteristik isotropik yang dapat memberikan batasan sumber-sumber yang mungkin. Dijelaskan pula bahwa isotop H memperlihatkan kecenderungan perpindahan, kimiaN, Br, dan Cl pada kerak yang lebih dalamtidak diketahui, dan reservoar C dalam bentuk grafit atau alterasi karbonat sepanjang jalur fluida dapat mengubah rasio isotropik. Data yang ditemukan mengenai inklusi fluida, geokimia dan isotropik tidak dapat dibedakan secara jelas antara sumber metamorfik dan magmatik dalam untuk fluida bijih pada sistem emas orogenik (Groves et al., 2003).

Sabtu, 24 Desember 2011

Sederhana tapi tepat sasaran untuk Bencana Alam (Soil Bioengineering)

Assalamu Alaikummm 

maaf baru nambah tulisan, berhubungan dengan kejadian bencana longsor hampir di seluruh wilayah di Sulawesi selatan terkhusus di pelosok2 desa yang sangat jauh untuk dijangkau oleh pemerintah, daripada KECEWA, ni ada trik tradisional yg murah dan sangat tepat menjadi solusi sementara. Sebenarnya metode ini udah lama di perkenalkan oleh ahli - ahli geotek bahkan tanpa disadari beberapa penduduk telah menggunakannya. 

Bencana alam Longsor dipengaruhi oleh tingkat erosi dan kestabilan lereng umumnya terjadi di wilayah – wilayah bertopografi yang bervariasi, curah hujan tinggi dan litologi batuan vulkanik. Tata kota daerah Sulawesi selatan secara menyeluruh belum teratur sehingga membuat letak pemukiman saling berjauhan dan tidak berpusat ke kota membuat biaya mitigasi meningkat. Anggaran dana pemerintah setempat yng minim membuat kita harus berfikir mencari solusi yang tepat dan hemat untuk mitigasi.

Tanah Bioteknologi (biar kedengaran keren disebut Soil Bioengineering, he he he ) menggunakan bahan tanaman hidup untuk memberikan kontrol erosi, lereng dan aliran stabilisasi bank, restorasi bentang alam, dan habitat satwa liar. Teknik ini digunakan sendiri atau dalam hubungannya dengan teknik rekayasa konvensional.

Bioteknologi tanah adalah penggunaan bahan tanaman yang hidup untuk menyediakan beberapa fungsi rekayasa. Bioteknologi tanah merupakan alat yang efektif untuk pengobatan berbagai stabil dan / atau situs mengikis. Tanah teknik bioteknologi telah digunakan selama berabad-abad. Schiechtl (1980) telah mendorong penggunaan bioteknologi tanah dengan berbagai contoh Eropa. Bioteknologi tanah kini secara luas dipraktekkan di seluruh dunia untuk pengobatan erosi dan lereng yang tidak stabil.  
Konsep sederhana metodologi bioteknologi tanah untuk pengontrolan laju erosi dan kestabilan lereng adalah sebagai berikut :
-          Menentukan lokasi penelitian
Penentuan lokasi ini berdasarkan pertimbangan geologi teknik yang merupakan daerah yang tingkat erosinya tinggi dan lereng yang curam lokasi ini dikhususkan pada wilayah – wilayah yang dekat dengan jalan atau pemukiman
-          Perencanaan kontruksi metode yang tepat untuk  kestabilan lereng dengan memperhatikan geometri jenjang dari lereng .


                              modeling perencanaan geometri jenjang

- Penentuan jenis Tanaman yang tepat

Pemilihan tanaman berdasarkan tipe akar yang dihasilkan dari tanaman tersebut kemudian lama waktu berkembangnya tanaman serta tingkat stabilitas lereng yang ingin dikontrol.


                                   Pengontrolan Teknik Toe Log



                             Penggunaan Soil Bioengineering di lapangan












Selasa, 20 September 2011

Siapa saya ??? nda Penting

Assalamu alaikum wr wb

Alhamdulillah setelah sekian lama ngga' Nulis,
beberapa hari ini tidak ada yang spesial selalu bergelut dengan rutinitas yang membosankan padahal saya sadar kalo yang saya inginkan bukan ini.

karakter orang emang berbeda - beda (nihh mungkin dari pengalaman keliling - keliling) tapi anehnya kalau diperhatikan lebih detail kita itu punya banyak persamaan (coba aja fikir) tapi tidak banyak orang yang bisa kenali dirinya sendiri (hhhmmmmmm) padahal khutbah jumat kemaren sdah bantu ingatkan, kalo sebelum mempelajari segala macam ILMU pengetahuan kita harus pelajari dulu 2 Ilmu utama (sebagai basic) mengenal Manusia (Mengenal Diri) dan Mengenal Allah. (lohhh kok jadi ceramah sih) he he he

anehnya banyak manusia yang berusaha membeda - bedakan satu sama lain, padahal kalo difikir itu lebih banyak mudharatnya (hhmmmm aneh) mungkin ngejar kebanggaan, senang lihat orang susah (astaga) naudzubillah

bayangkan saja kalo hal ini udah mendarah daging, turun temurun malahh bahkan ni barang udah kayak penyakit yang tidak bisa disembuhkan, akibatnya semua orang akan sangat mudah marah (kalau hal sepele dibesar2kan tambah pake Ilmu Bacrittt tambah jadi lah tuhh Tumor ganas) tiap malam bakalan ada yang jaga2 untuk siap2 perang dan tiap malam juga akan ada rapat PKI (lampu dimatiiin nyalakan Lilin 1 batang) untuk siap2 buat perang haaaaaaaaaa shiitttttttttt. ngga' bisa ngebayangin kalo kita harus membiasakan diri untuk lihat DARAH, dan tumpukan rumah yang ambrukk habis terbakar.

saya sempat ingat kata dosen favorit saya, kejadiannya kalo ngga' salah saat saya semester 3 (he he he udah lama juga yahhh) Katanya kita itu nda boleh MARAH (dengan nada yang sedikit menekan tangan kirinya memegang sandaran kursi yang berwarna coklat sampai suara kursi memekik suasana ruang kelas berharap peserta kuliah lebih fokuss) Karna MARAH ( sambil menuliskan kata "Marah" di white board hingga menutupi seluruh dinding) kalo dibaca terbalik itu bacanya HARAM (suaranya melemah) (maaf yahh pak kalo kita kurang Attitude).

kita boleh berbeda fisik, suku, bangsa, Agama, pemikiran tapi kita harus sadar Diri kalau kita itu lebih banyak PERSAMAAN dibanding perbedaannya sama2 punya 1 nyawa sama2 mau bahagia dll yang tidak sempat saya sebut satu persatu.

 untuk itu kita semua harusnya bertanya sama Diri kita masing2 "Siapa saya" itu bukan hal yang tidak penting karena dengan mengenal diri anda, maka anda pun akan punya tujuan yang lebih jelas untuk apa anda hidup dan apa usaha yang paling optimal yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan anda (sorry yahh kalo agak serius).

mudah - mudahan pesannya tersampaikan ma orang yang lebih butuh,dan saya salah satu orang yang butuh.


saya sarankan teman2 membuka Blog dibawah :


 SIAPA SAYA ?

Siapa Saya ?

berasal dari satu kata satu hati dan satu perbuatan

wa alaikum salam wr wb

Senin, 15 Agustus 2011

Nothing imposible

Assalamu alaikum wr wb

Tidak mengherankan bila seseorang bisa menjadi seperti apa yang diinginkan,
 hasrat untuk berubah lebih baik selalu membimbingnya
namun apakah mungkin itu terjadi bila keinginanmu tak sejalan dengan perbuatanmu
merasa lebih unggul tapi hanya dari cita - cita dan optimisme harapan
keinginan yang besar dibarengi dengan ketakutan dan keragu - raguan yang sangat besar
bukankah Allah SWT mengingatkan kita kalau keragu-raguan adalah sikap setan
tapi tergesa-gesa juga merupakan sifat SETAN

pernah engkau coba melangkah kedepan dengan sangat TEGAP
karena memang persiapan telah MATANG
management di atas segalax tapi harus dibarengi keyakinan dan doa
sepanjang kita yakin maka Gunung pun dapat kita pindahkan
bukan hal yang tidak mungkin bila engkau mencoba memindahkan tiap kerikil - kerikilx tiap hari

menjemput harapan dengan bersungguh - sungguh dan berdoa

                        NOTHING IMPOSIBLE
   

Selasa, 21 Juni 2011

Segala Medan Di Pulau Wetar

Assalamu alaikum Brother n sister

nih hari sy ceritakan pengalaman saya Eksplorasi Emas di Wetar.

Pulau Wetar merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang terletak di Laut Banda dan berbatasan dengan negara Timor Leste dengan kordinat 7° 56′ 50″ LS, 126° 28′ 10″ BT.  Itu kalo teman2 lihat dari wikipedia, bagi saya wetar memang pulau yang sangat terluar perlua perjalanan panjang itu saat pertama kali saya berangkat menuju Pulau Wetar.

Pulau Wetar juga pulau yang sangat dikenal dengan Pulau yang kaya akan mineral Emas (Lo cari aja di semua website berhubungan dengan informasi di Wetar).

1 minggu sebelum saya berangkat ke Wetar semua informasi kami kumpulkan untuk persiapan Eksplorasi ke pulau terluar itu (mulai dari wikipedia, kaskus hingga semua Alumni yang pernah ke Wetar pun kami cari untuk dapatkan banyak Informasi pendahuluan),
Geologi Regional, Sosial masyarakat yang beraneka ragam, morfologi yang luarbiasa "cantik" hingga Flora dan "Fauna"x kami dapatkan.

tiba hari dimana kami menuju ke Bandara Hasanuddin





 2 jam dalam pesawat siuuppppp tiba deh di Jakarta, Pukul 22.00 WIB maklumlah pesawat sempat Delay waktu di MKS, kami langsung ke Hotel Sriwijaya (T4 yang sudah dipesan gitu katax ).

semalaman kami nginap, besok pagix setelah sarapan kita langsung bagi job untuk beli alat (Palu Geologi, Kompas dll) tersebarlah qta ada yg ke Jakindo ada ke Glodok untuk shooping he he he.

sore hari itu qta langsung ke bandara menuju ke Kupang.


nginap di hotel kurang lebih 1 minggu (rencana cuman 2 malam saja) biasa persoalan Tim Humas yg kurang tepat memberikan informasi, kapal yang kami kejar ternyata udah berangkat 2 hari yang lalu dan mungkin 2 minggu lagi  baru nyandar di Kupang. Setelah persiapan kami anggap matangkami mengambil keputusan akan berangkat dengan kapal kecil berhubung padatx Schedule kami masing2 dari tim Geos, (Sok sibuk sekaliii )

Port Kupang
3 hari 3 malam terombang - ambing di laut lepas (Laut Banda) sesekali kapal kecil berukuran 4 x 12 m ini berciuman mesra dengan Laut Lepas sampe kita panik n langsung make Pelampung (wuuuuhhhh awak kapal dengan santainya menertawai kamii) mirip2lah kayak di TK yang diajari make pelampung yang benar he he he


malam k3 kami tiba di Pulau wetar karena kami agak pusing untuk cari t4 sandar kapalx jadi keputusanx kita nginap deh di kapal, 


hari 1 Eksplorasi di Wetar bersama Tim Geos n porter


kondisi medan untuk eksplorasi dihitung kami Moving sebanyak 4 kali 



mengenai habitat yang ada di Pulau wetar memang itu bukan sekedar cerita semua serba Purba kata ka' Iwan Kasema Laba2, Buaya, Ular, dll apa lagi Florax mmmm nda bisa digambarkan nih lihat sendiri 



Gmana nggak Purba tuhhh,

kalo teman2 sering dengar kata SEGALA MEDAN itu ternyata BUKAN dongeng, mimpi, ato Fiktif belaka makax kita sebagai GEOLOGIST harusx mulai siap2

Senin, 16 Mei 2011

Mineral Logam

Assalamu alaikum

nih hari saya mau bagi bahan kuliah dasar mengenai jenis mineral logam, maklum beberapa hari ini saya bergelut di mineral logam dari macam-macam daerah, mudah - mudahan membantu, untuk berbicara mengenai mineral logam kita baikx ketahui tentang "Apa itu Mineral LOGAM".

Mineral logam adalah  mineral yang mengandung unsur logam atau agregatx

Mineral  logam dapat dikelompokan dalam 4 (empat) kelompok utama yaitu :

1. Kelompok Logam Dasar
Logam yang umum terdapat dan secara kimia lebih aktif, misalnya : Tembaga (Cu), Timbal/Timah Hitam (Pb), Timah (Sn) dan Seng (Zn) dan lain-lain.

2. Kelompok Logam Mulia
Logam yang secara ekonomis sangat berharga dan banyak dibutuhkan, terdiri dari : emas (Au), Perak (Ag) dan Platina (Pt). Dalam kedua kelompok ini satu sama lain selalu berkaitan, bisa dalam bentuk urat maupun dalam bentuk sebaran dalam batuan, khusus untuk emas selain terkemas dalam bentuk urat, biasanya dalam urat kuarsa, juga bisa terdapat sebagai emas alluvial yang tersebar di bekas undak-undak sungai tua atau tersebar di endapan pasir sungai yang masih aktif. Logam Dasar dan Logam Mulia yang terbentuk dalam urat biasanya di Indonesia khususnya terjadi dalam lingkungan batuan gunungapi dan populer disebut Emas Epitermal. Sudah barang tentu disebut demikian setelah memenuhi kriteria-kriteria pembentukkannya.

3. Kelompok Logam Jarang
Logam yang secara relatif, ditemukan dalam jumlah sedikit dan tersebar di bumi. Unsur-unsur logam ini, jarang ditemukan terkonsentrasi dalam jumlah banyak. Beberapa diantaranya adalah :Lithium (Li), Yurium (Y), Zirconium (Zr), Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements; unsur yang mempunyai Nomor Atom 57 s.d. 71), Indium (In), Cadmium (Cd) dan lain-lain. Kegunaan  unsur-unsur logam jarang umumnya untuk teknologi tinggi seperti : barang elektronik, katalis dalam pengolahan minyak bumi, keramik tahan panas dan lain-lain.

4. Kelompok Mineral Logam Besi dan Campuran Besi
Logam yang lazim digunakan dalam industri besi dan campurannya, seperti : Besi (Fe), Kobal (Co), Kromit (Cr), Mangan (Mn) dan  lain-lain - Bakosurtanal

Senin, 04 April 2011

Wajah Kelasku

Akumulasi suasana sepi dan ramai di kursi belakang, terdengar ciut kursi belakang yang digerak – gerak dengan sengaja untuk menimbulkan suara aneh ditengah percakapan egoisme dan kebohongan antara kami, terfikir olehku dunia sempit, tak fokus nan hampa, merasa mengejar bayangan kebahagiaan yang tak terdefenisikan. Banyak karakter dalam ruangan besar ini yang bisa membuatku menilai sesuatu. Persetan dengan topik pembicaraan mereka yang dianggapnya sangat penting dalam kehidupan yang tak sadar kalau yang mereka cari tak ada disini.

Tiba – tiba seorang pria yang kami hormati datang sejenak menenangkan ku dan menjadi fokus perhatian, sosok kecerdasan dalam lingkungan yang berpendidikan tapi rendah hati walaupun diantara mereka yang congkak akan title palsunya meremehkan dia tapi itu semua tak dihiraukannya.

Kedatangan orang yang kami tunggu – tunggu memberikan ekspresi lain di wajah para sahabatku tergambarkan abstrak dengan tingkahnya yang tak beraturan, seolah – olah girang dengan sedikit menekukkan alisnya. Ucapan asma Allah SWT menjadi pembuka materi, membuatku fokus pada pesan – pesan yang substansial, pembicaraan dua arah pun dimulai dengan tensi yang luar biasa semangat yang berapi – api berharap emosional dari pemahamanku tersampaikan, argumenku pun tersampaikan sesekali tanganku menekan keras ke meja coklat penuh coretan sang penerus bangsa, tiba – tiba diantara mereka yang merasa punya power berusaha menguasai forum tekanan suara yang keras terlontarkan pedis berharap tanganku melemah dan pandangan yang tajamku tidak memandang mangsa tanpa sadar kalau yang mereka lakukan saat itu adalah penindasan pemikiran yang tak beralasan, tanganku pun melemah menghormati keinginannya tapi  tetap kulanjutkan dengan irama yang berbeda berharap pesanku tersampaikan jelas dan tegas.

Begitulah wajah pendidikan yang bekerja saat ini, pertanyaannya apakah anda akan mengikuti alur sambil berharap tak ada rintangan menuju tujuan mereka yang semu atau melawan arus tetap hidup dan kuat bagai Pohon Jati